Menurut Montololu (2005:1.15) bahwa manfaat sikap senang bermain bagi anak adalah sebagai berikut :

(a) Bermain memicu kreatifitas anak,

(b) Bermain bermanfaat mencerdaskan otak anak,

(c) Bermain bermanfaat menanggulangi konflik bagi anak,

(d) Bermain bermanfaat untuk melatih empati,

(e) Bermain bermanfaat mengasah panca indera,

(f) Bermain sebagai media terapi (pengobatan),

(g) Bermain itu melakukan penemuan.

Karena dalam bermain memacu anak untuk menemukan ide-ide serta menggunakan daya khalayaknya dan sekaligus dapat memicu kreativitas anak dan dengan bermain membantu perkembangan kognitif anak dan memberi kontribusi pada perkembangan intelektual atau kecerdasan berpikir dengan menentukan jalan menuju berbagai pengalaman yang tentu saja memperkaya cara berpikir anak.

Dalam mengembangkan sikap senang bermain dipengaruhi oleh faktor-faktor sebagai berikut :

(1) Motivasi,

(2) Lingkungan yang menunjang,

(3) Prilaku anak dalam bermain.

Agar kegiatan senang bermain dapat terlaksana dengan baik maka anak didik dituntut memiliki perhatian dan daya tangkap sesuai dengan kemampuan anak.